Ada yang pernah dengar tentang "Masjid Jin" atau "Masjid yang dibangun oleh Jin", atau yang sejenisnya? Bahkan, ada yang menyebut bangunan ini dengan sebutan "masjid tiban" alias masjid yang "tiba-tiba ada". Berita heboh ini pernah santer di area Malang Raya sekitar awal tahun 2009 ini. Bagaimana tidak santer, entah dari mana asalnya, tiba-tiba ada yang mengeluarkan informasi bahwa ada bangunan bagus berupa masjid yang berada di wilayah yang cukup terpencil, dengan kondisi ekonomi warga sekitarnya yang termasuk golongan menengah bawah? Tak ayal lagi, berita ini sempat menghiasi artikel salah satu koran lokal yang berada di kota dingin Malang.
Berdasarkan cerita salah seorang kawan tersebut, membuat saya penasaran akan keberadaan bangunan yang disebut sebagai bangunan masjid. Usai menjadwal kegiatan sehari-hari, akhirnya tercapai pula waktu yang ditentukan. Dimana saya dan beberapa teman lainnya ada waktu luang, maka kami berangkat ke sana, ke bangunan yang disebut kebanyakan orang sebagai "masjid jin".
Berangkat di siang hari menuju Turen membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit dari pusat kota Malang. Panas teriknya mentari tak menyurutkan keinginan untuk segera sampai ke "masjid jin". Usai perjalanan yang cukup menantang, karena mengendarai beberapa motor, akhirnya sampai juga di depan bangunan tersebut. Alhamdulillah...sampai dengan selamat di tujuan. Kemudian kami memasuki jalan kampung yang kira-kira lebarnya cukup untuk dilewati sebuah bus pariwisata. Di kiri-kanan jalan tersebut adalah rumah-rumah penduduk, yang lebih familiar disebut sebagai perkampungan. Begitu kami tiba, dan mendongakkan kepala, kami takjub dengan apa yang kami saksikan di depan kami. Wow.....sebuah bangunan besar menjulang nan megah terpampang. Meski tampak belum jadi 100% tampak bangunan ini sangat luar biasa bagusnya...
Baik hiasan yang tergantung di langit-langit ruangan maupun yang ditempelkan pada dinding ruangan. Bahkan, meja kursi yang terdapat di sana terbuat dari bahan kayu yang bentuknya sangat artistik...
Kemudian jika kita memasuki salah satu ruangan, di ruang tersebut akan terhubung oleh suatu pintu. Sehingga kita akan bisa memasuki ruangan yang lain. Dimana tiap ruang mempunyai desain ruangan yang berbeda-beda. Jadi, kita tidak akan bosan memasuki ruang demi ruang.
Seperti yang tampak pada gambar di samping ini, adalah salah satu jenis hiasan yang terdapat dalam salah satu ruang. Jam klasik ini tampak begitu bagus diletakkan di tengah-tengah ruangan. Ditempatkan di depan dinding yang bercorak kaligrafi dengan penataan yang sangat mengagumkan.
Sebenarnya di bangunan pondok pesantren ini ada lift. Namun ketika saya berkunjung ke tempat ini, masih belum bisa difungsikan. Tidak begitu mengherankan jika di sini terdapat lift, karena bangunan ini terdiri 10 lantai. Meskipun belum sepenuhnya selesai dibangun, masih ada anak tangga ataupun jalan yang menghubungkan antar ruang/antar lantai yang landai. Sehingga kita tidak merasakan naik ke lantai berikutnya.
Dan di salah satu ruang di lantai atas terdapat jenis ornamen yang menurut saya sangat bagus. Seperti gambar di samping, berupa kursi singgasana dengan hiasan warna kuning keemasan, simbol kemewahan nan anggun. Hiasan bergaya India dengan perpaduan rangkaian kaligrafi di beberapa bagiannya.
Juga turut terdapat gaya modern yang menghiasi berbagai ornamen yang ada di aksesoris maupun dinding-dinding bangunan ini.
Tak luput dari perhatian, ada kolam berukuran cukup besar, yang lengkap berisi ikan aneka ukuran di lantai bagian atas. Jenis yang terlihat saat itu adalah ikan koi, ikan emas, dan lain sebagainya.
Bangunan ponpes ini dibangun sejak tahun 1978,
sampai sekarang bangunannya belum selesai
100%. Jadi tidak heran jika pada saat berkunjung ke sana masih terlihat beberapa orang yang bekerja. Arsitek dari pembangunan ponpes ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu arsitektur di perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok, KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh. Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan timur tengah, china dan modern.
Di bagian dalam ada beberapa musholla. Untuk laki-laki terpisah dari musholla wanita. Sayapun sempat melakukan sholat Ashar di salah satu musholla, tidak terlalu besar ruangannya, di beberapa bagian musholla masih terlihat pengerjaan yang belum selesai, tapi sudah bisa digunakan. Meski belum selesai, beberapa kamera CCTV sudah terpasang di bagian dalam musholla. Yang unik adalah jalan menuju ke musholla ini dan tempat wudhu. Dengan suasana yang agak gelap, kita harus melewati beberapa lorong yang hanya cukup untuk dua orang saja. Bentuk lorong pun tidak selalu lurus, terkadang ada yang berbelok maupun malah menuju ke lantai yang lebih atas. Jika salah masuk lorong, dijamin tidak akan sampai ke musholla. Ini juga mungkin yang membuat ponpes ini unik dan menarik buat dikunjungi.
Sudah tak terasa berkeliling ke sana-ke mari menjelajah ruang demi ruang di bangunan ponpes ini. Akhirnya, kami berjalan ke luar bangunan, dimana jalan yang akan menuntun kami menuju tempat luar bangunan. Sebenarnya ketika ke luar menuju bangunan ini (di lantai atas) terdapat aneka kios yang menjajakan berbagai macam suvenir. Namun ketika saya akan berjalan ke luar, kebanyakan kios-kios tersebut sudah tutup, dikarena waktu yang sudah sore.
Aneka ornamen menghiasi dinding dan pilar-pilar yang terdapat di dalamnya. Sehingga kesan istimewa dan mewah patut disematkan di tempat ini.
Inilah bagian bangunan yang menjadi favorit saya...
Sangat istimewa dengan segala pernak-pernik dan ornamennya. Perpaduan warna putih, biru, krem, kuning, dan lainnya terlihat sangat kompak dan padu....
Namun yang lebih unik lagi adalah di berbagai sudut ruangan tidak dijumpai kotak amal yang biasanya lazim di jumpai di salah satu sudut tempat peribadatan. Ini yang membuat pikiran saya bertanya-tanya. Dapat dana dari mana "sang kreator " ketika merancang, membuat, dan membangun tempat sebagus ini?
Nah, di akhir kunjungan kita diminta mengisi pendapat tentang ponpes ini. Berbagai komentar pun ada, yang kebanyakan menyatakan kekaguman akan kemegahan dan kemewahan bangunan ponpes ini. Bahkan ada yang mengaku tersentuh hatinya ketika memasuki sebuah ruangan. Luar biasa...
SUBHANALLAH, secara fisik saya belum pernah menginjakkan kaki kesana, namun melihat foto-foto yg ada subhanallah sangat megah dan artistik bentuknya. Saya punya 2 pendapat mengapa tidak perlu bantuan dana dari pengunjung, Pertama, beliau hanya akan minta imbalan surga Allah di akhirat nanti dan ini sedikit miniatur yg diinginkanya. Kedua, beliau hanya pelaksana, sedangkan pemilik, penyandang dana, pencipta, dan pemelihara bangunan sebenarnya adalah Allah SWT, wallahu 'alam bishawab.
ReplyDeleteterima kasih telah mengunjungi blog saya.
ReplyDeletesaya sendiri jg tdk menyangka ttg luar biasany bentuk bangunan ini dr informasi orang2 yg pernah k sana sebelumnya (sblm saya berangkat k sana).ternyata benar2 luar biasa megah.
*mgk betul jg pendapat anda...hanya Allah yg tahu...
sebenarnya saya sdh prnah k sana, tp jujur smpai skrang saya msih bngung dgn teknik arsitektur pembangunan masjid sekaligus pondok itu tana mmungut ataupun mminta biaya sepeserpun kpda pngunjunya...
ReplyDeletesubhanallah... btapa megah skali bngunan itu dgn prpaduan corak bngunan dr brbagai negara dan btapa agung skali amal org tsb
mlihat keagungan dan kemegahan masjid itu saya jdi kpngin k sana lagi...
Sminggu lg saya akan ksana. Penasaran banget
ReplyDeleteSubhanallah, Allah Maha Besar telah memberikan hidayah kepada sang kreator masjid megah ini, saya sudah melihat langsung Oktober 2011 yll, tidak ada kata lain selain kagum dan tidak masuk diakal, ingin sekali mendengar/membaca ulasan mengenai kisah pembuatan mesjid yang megah ini. Saya anjurkan kepada semua muslim untuk bisa datang dan melihat langsung.
ReplyDeleteSubhanallah, Allah Maha Besar telah memberikan hidayah kepada sang kreator masjid megah ini, saya sudah melihat langsung Oktober 2011 yll, tidak ada kata lain selain kagum dan tidak masuk diakal, ingin sekali mendengar/membaca ulasan mengenai kisah pembuatan mesjid yang megah ini. Saya anjurkan kepada semua muslim untuk bisa datang dan melihat langsung.
ReplyDeletesemoga saya ada rezeki untuk mengunjunginya suatu hari nanti. amin
ReplyDeleteSubhanallah, kmarin saya barusan kesana dan memang bagus sendiri. mengenai mitos-mitos mengenai pembangunannya saya kurang setuju. Karena waktu saya kesana ada beberapa orang yang sedan mengecat dan memasang keramik di bangunan tersebut
ReplyDeleteSubhanallah walupun sya belum perah ke sana namun melihat ornamen yang tetera di gambar-gambar di internet, satu yang menjadi pemikiran saya,,,dari manakah sumber dana untuk emebiayai pembangunan kompleks pesantern tersebut..
ReplyDeletetahun 2012, saya sempat berkunjung lagi ke pondok pesantren ini.dengan mengajak "guide" dari pihak ponpes. beliau mengatakan, bahwa segala dana untuk membangun ponpes ini tidak berasal dari meminta-minta. namun dari ikhtiar dari salah satu kyainya [maaf lupa namanya].
ReplyDeletejg beliau sempat memberitahu bahwa pengasuh ponpes ini sebelumnya adalah seorang murid dari yg pernah belajar di negeri saudi. sehubungan kepandaiannya & ingin kembali ke negeri sendiri,sama "gurunya" diberikan biaya untuk membangun pondok pesantren ini, yang akhirnya berkembang sampai saat ini.
tahun 2012, saya sempat berkunjung lagi ke pondok pesantren ini.dengan mengajak "guide" dari pihak ponpes. beliau mengatakan, bahwa segala dana untuk membangun ponpes ini tidak berasal dari meminta-minta. namun dari ikhtiar dari salah satu kyainya [maaf lupa namanya].
ReplyDeletejg beliau sempat memberitahu bahwa pengasuh ponpes ini sebelumnya adalah seorang murid dari yg pernah belajar di negeri saudi. sehubungan kepandaiannya & ingin kembali ke negeri sendiri,sama "gurunya" diberikan biaya untuk membangun pondok pesantren ini, yang akhirnya berkembang sampai saat ini.
Subhanallah...., Jika Allah mengijinkan suatu saat nanti saya ingin berkunjung ke rumah Allah nan megah ini, sungguh luar bisa....
ReplyDeleteSubhanallah y allah bagus sekali masjid ini.
ReplyDeleteSaya seumur_umur belum sampai liat masjid semegah ini.